Cerita Pendiri Kami
Tentang Dyah Puspita
Usaha ini bermula dari keinginan sederhana seorang ibu, Dyah Puspita, untuk memberikan makanan sehat bagi anaknya yang gemar makan mie. Hidup di tengah kekayaan alam Maluku, beliau melihat peluang besar dalam bahan lokal—sagu, yang melimpah namun kurang dimaksimalkan. Dengan keprihatinan terhadap petani sagu yang menghadapi proses pengolahan panjang namun penghasilan minim, lahirlah semangat untuk menciptakan inovasi pangan: mie dari sagu. Papeda tidak selalu disukai semua kalangan, tapi mie adalah makanan universal disukai dari anak-anak hingga orang tua. Bertempat tinggal di Jl. Cempaka, maka nama usaha ini diberi identitas kuat lokal: Mie Sagu Cempaka. Kini, melalui kerja sama dengan petani sagu di Rutong (Ambon) dan Pulau Seram, serta nelayan lokal penyedia cakalang segar, Mie Sehat Cempaka hadir bukan hanya sebagai produk pangan, melainkan juga gerakan ekonomi rakyat dan promosi pangan sehat berbasis budaya.
Visi Kami
Menghasilkan produk-produk pangan yang bermutu, alami, dan menyehatkan dengan bahan baku lokal, khususnya sagu Maluku.
Memberdayakan petani dan nelayan lokal melalui kemitraan berkelanjutan yang adil dan berdampak
Berperan aktif dalam ketahanan pangan daerah dengan mendorong diversifikasi konsumsi melalui inovasi olahan sagu.
Mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan profesional agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
Mempromosikan potensi pangan lokal Maluku sebagai bagian penting dari identitas kuliner Indonesia yang sehat dan bernilai global.